Wahdatul Wujud Perspektif KH.Mutamakkin Dalam Serat Cebolek

Authors

  • Ahmad Mustafidin universitas Wahid Hasyim Author
  • Abdul Jamil Author
  • Abdullah Author
  • Andi wahyudi Author

Keywords:

Kh.Mutamakkin, Serab Cobolek, Wahdatul Wujud

Abstract

Abstrak 
Melalui tulisan tangan para ulama, telah terbukti adanya keragaman metode dakwah para ulama yang merepresentasikan kejeniusan intelektual, emosional, sosial dan spiritual ulama nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih jauh tentang a) setting sosial pada masa Kh Mutamakkin, b) Isi serat cabolek, c) Konsep wahdatul wujud menurut Kh Mutamakkin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filologi. sumber primer penelitian ini berada pada naskah Serat Cebolek yang diperkuat melalui data sekunder dari berbagai macam literature yang relevan. Hasilnya Serat Cebolek karya R.Ng. Yasadipura I mendokumentasikan potret ketegangan kultural dan politis di Jawa pada abad ke-18 antara kelompok ulama keraton/pesisir yang membela Islam legalistik (syariat) dengan Kh Mutamakkin yang membawa ajaran mistik Islam (hakikat). paham Wahdatul Wujud (makrifat) Kh Mutamakkin bukanlah bentuk penyimpangan keagamaan sinkretis yang mengabaikan hukum formal, melainkan sebuah metode pendekatan diri kepada Allah (taqarrub) yang tetap berpijak pada pemurnian tauhid dan keseimbangan antara aspek transendental (tanzih) dan imanen (tasybih).  Kh Mutamakkin secara genius memanfaatkan medium budaya lokal, seperti kisah pewayangan Dewaruci (Bhima Suci) serta ornamen simbolis pada bangunan masjid, sebagai sarana edukasi batiniah tanpa berniat merusak tradisi masyarakat setempat dan mahkamah keagamaan bentukan keraton dan desakan para ulama menuntut hukuman mati akibat tuduhan ajaran sesat dan tindakan kontroversialnya (seperti memelihara anjing), akhir dari peristiwa ini membuahkan pengampunan dari Raja (Paku Buwana II). Kesimpulannya serat cobolek memberikan keteladanan historis bahwa penyelesaian konflik keagamaan pada masa itu berhasil diselesaikan melalui koridor dialog dan penyadaran batin, bukan dengan eksekusi atau kekerasan. 

Downloads

Published

2026-08-28