TRADISI INTELEKTUAL JAWA NUSANTARA SEBAGAI KERANGKA EPISTEMIK DALAM DISKURSUS AGAMA DAN SAINS
Keywords:
Islam Nusantara, Filsafat, EpistemologiAbstract
Diskursus hubungan agama dan sains selama ini didominasi oleh epistemologi modern Barat yang cenderung menempatkan keduanya dalam kerangka dikotomis dan hierarkis. Pendekatan tersebut tidak hanya membentuk cara pandang terhadap pengetahuan, tetapi juga meminggirkan tradisi intelektual non-Barat dari legitimasi epistemik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan memosisikan tradisi intelektual Jawa Nusantara sebagai kerangka epistemik alternatif dalam diskursus agama dan sains. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang bersifat filosofis-konseptual dan kritis, dengan menelaah karya-karya dalam bidang filsafat ilmu, studi agama dan sains, serta literatur mengenai tradisi intelektual Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi intelektual Jawa Nusantara berpijak pada ontologi relasional, epistemologi integratif, dan aksiologi etis yang menekankan keselarasan antara manusia, alam, dan yang Transenden. Sebagai kerangka epistemik, tradisi ini memungkinkan rekonstruksi relasi agama dan sains dari model yang berorientasi konflik menuju dialog yang kontekstual, reflektif, dan bermakna. Artikel ini berkontribusi dalam memperkaya filsafat ilmu dengan menghadirkan perspektif epistemologi non-Barat yang relevan bagi pengembangan wacana agama dan sains di tingkat nasional maupun global.







