PERANAN FILSAFAT ILMU DALAM PENDIDIKAN
Abstract
Filsafat ilmu menempati posisi fundamental dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan. Filsafat ilmu diposisikan sebagai kerangka konseptual yang mengintegrasikan dimensi epistemologis, ontologis, dan aksiologis dalam proses pendidikan, sehingga mampu mengarahkan pengembangan ilmu dan kebijakan pendidikan ke arah yang lebih reflektif dan transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan tema logika, etika, dan tanggung jawab moral keilmuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa logika berperan dalam membangun kemampuan berpikir kritis, sistematis, dan rasional; etika berfungsi sebagai pedoman moral dalam interaksi edukatif dan penelitian; sedangkan tanggung jawab moral keilmuan memastikan kejujuran akademik serta integritas dalam proses pendidikan dan riset. Integrasi ketiga aspek ini menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedewasaan moral peserta didik. Selanjutnya, filsafat ilmu terbukti memiliki fungsi aplikatif dalam memecahkan persoalan pendidikan kontemporer, termasuk dilema etis teknologi, kesenjangan akses pendidikan, serta pembentukan karakter peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan prinsip-prinsip filsafat ilmu dalam sistem pendidikan modern dapat memperkuat pembelajaran yang reflektif, humanis, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai filsafat ilmu dalam kurikulum dan praktik pedagogis menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada pembebasan, pemberdayaan, dan kemajuan peradaban manusia.







